Sabtu, 31 Desember 2016

Linux Slackware

linux slackware

Sebelum kita mencoba menggunakan system operasi linux slackware ada baiknya kita mengetahui dulu mengenai slackware secara mendalam terlebih dahulu. Slackware resmi dirilis oleh Patrick Volkerding, linux dengan distro slackware merupakan sistem operasi yang canggih, yang sengaja dirancang agar pengguna dapat dengan mudah mengoperasikannya serta di prioritas Patrick adalah stabilitas.

Linux jenis ini merupakan perangkat lunak yang populer yang selalu mempertahankan tradisi UNIX, memberikan kesederhanaan dan kemudahan bagi pengguna, serta memiliki fleksibilitas yang kuat. Linux slackware menawarkan pengalaman dengan fitur yang banyak, dilengkapi dengan layanan desktop yang cantik, serta dapat dijadikan server yang kuat dan stabil.

Rilis slackware pada akhir tahun 1992. Go publik pada tanggal 17 juli 1993, menurut kabar yang beredar slackware merupakan distro linux tertua, dibanding dengan distro lainnya, terkadang Slackware di panggil dengan sebutan linux batu. Slackware juga memiliki distribusi yang paling mirip dengan UNIX.

Berikut adalah varian distro baru yang dilahirkan oleh Slackware:
·         Zenwalk
·         Slax
·         Vector Linux
·         Easys
·         Dll

Filosofi Slackware



Slackware memiliki kekurangan pada bagian grafis, namun pengguna Linux Slackware dapat merasakan transparansi dan fleksibilitas yang lebih dari distro ini. Dengan kurangnya perangkat grafis yang kompleks untuk mengkonfigurasikan system tetap mendapat tempat di hati para pengguna pemula Linux.

Slackware menggunakan mekanisme sangat umum yang disediakan oleh penulis asli masing-masing perangkat lunaknya, hanya sedikit mekanisme umum di distribusi ini. Sehingga berakibat sedikitnya perangkat GUI untuk mengkonfigurasi system.

Slackware sendiri tidak memiliki manajemen paket yang kompleks seperti RPM atau dpkg. Slackware sendiri menggunakan paket yang berekstensi tgz (tar/gzip). Untuk pengguna yang masih awam tgz jauh lebih handal dibanding dengan RPM. Paket file yang di install berupa bagian dari perangkat lunak yang akan di install, dan file-file tambahan juga berguna untuk system manager packet slackware.

Berikut adalah Kelebihan dan Kekurangan Slackware


Kelebihan Slackware

  • Mudah untuk di-customize.
  • Simpel dan stabil karena memiliki gaya yang mendekati Unix.
  • Instalasi sangat mudah bagi pemula, walaupun menggunakan tampilan GUI.
  • Menggunakan pilihan menu sehingga mudah dalam menginstal.
  • Mudah dalam mengetahui cara kerja system.
  • Pembuatan untuk paket instalasi sangat mudah, lebih mirip dengan kompresi root direktori namun ada beberapa file tambahan yang diletakkan pada direktori install.

Kekurangan Slackware

  • Minimnya aplikasi grafis.
  • Slackware tidak mempunyai software yang berfungsi untuk mengatur dependensi bagi pengguna dengan cara otomatis. namun beberapa pihak ketiga ada yang telah mengembangkan system yang mirip APT pada debian.
  • Paket tidak lengkap, sehingga harus kompile sendiri.


Demikianlah beberapa info yang penulis rangkum mengenai slackware, semoga informasinya berguna sebagai bahan pertimbangan untuk menggunakan distro slackware.


Salam Linux

0 komentar: